PENUTUPAN PRATUGAS SATGAS OPERASI PAMTAS YONIF 141/AYJP TA. 2010
Sabtu, 31 Juli 2010 (11:01)
Palembang, (Pendam II/Swj). Pangdam II/Swj Mayor Jendral TNI Mochammad Sochib, S.E., M.B.A., yang diwakili Kasdam II/Swj Brigjen TNI Suharsono, S.I.P., bertindak selaku Irup pada Upacara Penutupan Pratugas Satgas Operasi Pamtas Yonif 141/Ayjp TA. 2010, Sabtu, 31 Juli 2010, bertempat di Mako Rindam II/Swj Lahat.
Pangdam II/Swj dalam amanat yang dibacakan Kasdam II/Swj mengatakan, bahwa latihan Pratugas Satgas Operasi Pamtas Yonif 141/AYJP merupakan program latihan yang dilaksanakan untuk mempersiapkan satuan yang akan ditugaskan ke daerah operasi agar memiliki kemampuan sesuai dengan karakteristik daerah penugasan. Tuntutan kemampuan tersebut meliputi kemampuan mengamankan wilayah perbatasan dengan negara lain, kemampuan pembinaan teritorial terbatas, kemampuan pengamanan daerah, kemampuan operasi tempur dan kemampuan pembinaan bela negara terhadap masyarakat. Oleh karena itulah, maka selama 3 minggu para peserta latihan pratugas Satgas operasi Pamtas Yonif 141/AYJP diberikan pembekalan pengetahuan tentang keadaan daerah operasi, pembinaan teritorial terbatas, study kasus, Hukum Humaniter dan HAM, pengamanan wilayah perbatasan negara serta kemampuan tehnik dan taktik Operasi Lawan Insurjensi. Perlu kalian pahami bahwa Provinsi Papua yang akan menjadi daerah penugasan Yonif 141/AYJP, wilayahnya berbatasan langsung dengan negara PNG, karakteristik daerah dan masyarakat Papua agak berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia, di mana kondisi geografinya merupakan daerah pegunungan, prasarana jalan darat antar daerah relatif sangat terbatas dan sulit dijangkau dengan transportasi darat, sedangkan kondisi sosial masyarakatnya relatif masih sangat tradisional. Di wilayah tersebut masih terdapat kekuatan OPM walaupun relatif kecil, namun kelompok tersebut memiliki militansi yang cukup tinggi dan mampu menyerang pos-pos militer yang lengah. Pos penugasan yang akan kalian duduki, jarak antara pos satu dengan yang lainnya cukup jauh dan sebagian hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Dihadapkan dengan tuntutan tugas dan karakteristik daerah penugasan, maka pengendalian operasi oleh Komandan Batalyon dan Komandan Kompi terhadap satuan bawahannya yang tersebar di pos-pos penugasan akan cukup sulit, karena banyak mengandalkan sarana komunikasi radio. Kondisi ini menuntut agar setiap prajurit dan Komandan Pos mampu secara mandiri dalam melaksanakan tugas di posnya masing-masing, oleh karena itu manfaatkan hasil latihan pratugas ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan kalian dalam menghadapi tugas operasi, baik yang menyangkut prosedur operasi, tindakan taktis, ketentuan Hukum Humaniter dan HAM maupun Hukum Adat yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat setempat. Lebih Lanjut Pangdam II/Swj mengatakan, agar setelah selesainya latihan pratugas ini, kepada para unsur Pimpinan Yonif 141/AYJP dapat memanfaatkan ruang waktu yang tersedia untuk terus memberikan pembekalan pengetahuan tentang keadaan daerah operasi dan prosedur operasi, penanaman disiplin tempur dan terus melatih anggotanya agar memiliki kemampuan yang optimal menghadapi tugas operasi. Sadari bahwa penugasan operasi merupakan kepercayaan Pimpinan Komando Atas yang harus dipertanggungjawabkan keberhasilannya sekaligus merupakan pertaruhan terhadap kredibilitas satuan. Hadir pada upacara tersebut, Danrem 044/Gapo, Danrindam II/Swj selaku Danlat, para Asisten Kasdam II/Swj dan Dan/Ka Balakdam II/Swj serta Danyonif 141/AYJP.
|