Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya " Patah Tumbuh Hilang Berganti ".
Search



22/05/2013 07:47:58

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Jajaran
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
 KONTAK
 GALLERY
 COMMENTS
Latest News

PEMBUKAAN SOSIALISASISIMAK BMN DAN PENYUSUNANLAPORAN KEUANGAN UO TNI AD TW. II TA. 2013 DI LINGKUNGAN KODAM II/SWJ
21/05/2013 06:01
KOREM ADAKAN LOMBA GAPLE
21/05/2013 03:51
DANREM 042/GAPU HADIRI UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL TINGKAT PROVINSI JAMBI TAHUN 2013
20/05/2013 09:17
KASAD: BELA YANG BENAR, HUKUM YANG SALAH
20/05/2013 09:15
TRADISI PENYAMBUTAN KOMANDAN KOREM 043/GATAM BARU.
20/05/2013 09:12
TMMD MERUPAKAN SARANA MEMBANTU PEMERINTAH DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT.
20/05/2013 09:09
KOMANDAN KOREM 043/GATAM SEBAGAI IRUP PADA UPACARA PEMBUKAAN TMMD KE 90 TA. 2013 DI KABUPATEN MESUJI.
20/05/2013 09:05
SERAH TERIMA JABATAN DAN TRADISI DANREM 043/GATAM, KAPALDAM II/SWJ DAN LO TNI AU
17/05/2013 07:49
4 ANGGOTA YON ARMED KEMBALI DISIDANG
17/05/2013 07:45
UPACARA 17-AN BULAN MEI 2013
17/05/2013 07:41
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

Mei 2013
MiSnSeRbKmJmSb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA ADALAH ANUGERAH DALAM RUANG TOLERANSI

Jumat, 17 Agustus 2012 (14:28)

Palembang (Pendam II/Swj).

 

            Upacara bendera Tujuh Belasan kali ini menjadi upacara yang istimewa bagi kita sekalian.  Pertama, karena upacara bendera dilaksanakan di tengah bangsa Indonesia sedang mengobarkan kembali semangat kebangsaan dengan merayakan Hari Kemerdekaan ke-67. Kedua, upacara bendera dilaksanakan di penghujung bulan suci Ramadhan, di mana umat Muslim yang sedang membangun kecerdasan hati dan meningkatkan kesolehan sosial melalui ibadah puasa di bulan Ramadhan, juga akan menyongsong tibanya hari kemenangan dalam beberapa hari menjelang. Terkait hal tersebut, maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia dan selamat meraih kemenangan Idul Fitri 1433 Hijriah kepada segenap prajurit dan PNS TNI beserta keluarga di manapun berada dan bertugas.

Kita pahami bersama, bahwa perayaan Hari Kemerdekaan merupakan salah satu upaya untuk mengingat dan mempelajari semua perjalanan keberhasilan dan kegagalan masa lalu suatu bangsa. Oleh karena itu, sudah sewajarnyalah apabila pada kesempatan yang berbahagia ini, sejenak kita menundukkan kepala, guna memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pendahulu kita, yang telah berjuang merebut, menegakkan dan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, termasuk mengorbankan jiwa dan raganya. Sejarah mencatat, 67 tahun bangsa Indonesia mengisi kemerdekaannya, merupakan rentang perjalanan yang tidak ringan dan mudah bagi negeri ini untuk dapat mencapai kemakmuran, sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendahulu dan pendiri negara kita. Namun demikian, kita sepakat bahwa dengan menghayati kemerdekaan sebagai anugerah, rahmat dan amanat dari Tuhan Yang Maha Esa, maka sebagai bangsa kita yakin bahwa kemerdekaan nasional dan kedaulatan Indonesia akan senantiasa tegak dalam wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang       Dasar 1945.  Kita patut bersyukur dan bangga menerima serta mengemban amanat mulia tersebut untuk ditegakkan, diwariskan dan dilestarikan bagi generasi penerus, rakyat dan bangsa Indonesia seutuhnya. Visi-misi demikian bermakna sebagai amanat kewajiban moral yang kita pertanggungjawabkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus kepada the founding fathers yang mewariskan, juga kepada generasi penerus pemilik NKRI masa depan.

 

Amanat filosofis-ideologis, dan konstitusional sekaligus amanat moral tersebut, sesungguhnya terkandung sebagai jabarannya dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 seutuhnya. Amanat tersebut bersifat imperatif atau mengikat semua yang ada di dalam wilayah kedaulatan Indonesia untuk setia, menegakkan, mengamalkan, membudayakan, mewariskan, dan melestarikannya, termasuk kewajiban bela negara. Dengan demikian, tidak ada seorang warga negara, lembaga-lembaga negara dan produknya, bahkan juga pejabat dan pemimpin negara yang tidak terikat untuk setia kepada amanat filosofis-ideologis serta konstitusional sejak Indonesia merdeka dan untuk selamanya dalam dinamika peradaban nasional dan Internasional. Kita telah berkomitmen bahwa negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Untuk itu, kita harus senantiasa menjadi citra Illahi dengan menebar kasih sayang sesama, dan menggelar musyawarah untuk menghindari segala bentuk pertengkaran yang merugikan kepentingan bersama.  Dari sini kita dapat bercermin, apakah kita mengakui kebesaran Tuhan dalam arti yang sesungguhnya. Lebih lanjut, kita juga berkomitmen untuk membangun persatuan Indonesia dalam keberagaman Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman bangsa Indonesia adalah anugerah guna mewujudkan harmoni, yang harus dibangun dalam ruang toleransi. Inilah dua diantara pilar-pilar yang harus terus kita hidupkan menuju kemakmuran masyarakat dan bangsa seperti yang dicita-citakan, sekaligus menjadi pedoman bagi TNI dalam mengemban tugas dan pengabdian sebagai garda terdepan dan benteng terakhir bangsa dan negara.

 

Mengalir dari uraian di atas, sekaligus mengakhiri amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa atensi dan harapan, untuk dijadikan pedoman dalam mengemban tugas ke depan, sebagai berikut : Pertama, jadikan hikmah Ramadhan dan Idul Fitri 1433 Hijriah untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kesolehan sosial, sebagai landasan moral, etika dan kepribadian dalam rangka mengemban tugas sebagai prajurit dan PNS TNI. Kedua, hidupkan semangat kemerdekaan dengan mengamalkan secara nyata nilai dari setiap butir Delapan Wajib TNI dan sapta marga dalam kehidupan sehari-hari sebagai prajurit rakyat, prajurit pejuang, prajurit nasional maupun sebagai prajurit profesional. Ketiga, wujudkan soliditas dan solidaritas nasional dengan berupaya  menjaga dan meningkatkan soliditas, maupun solidaritas internal di lingkungan prajurit dan PNS TNI, maupun di lingkungan eksternal dengan segenap komponen bangsa. Keempat, bantu dan atasi kesulitan masyarakat sekitar serta bangun kesadaran atas hak dan kewajiban sebagai warga negara, karena pemenuhan hak dan kewajiban adalah ciri bangsa yang merdeka. Kelima, bagi setiap pimpinan satuan agar senantiasa meningkatkan pembinaan satuannya masing-masing dengan mengedepankan keteladanan dan pengayoman terhadap yang dipimpin. Akhirnya marilah kita berserah diri seraya memanjatkan doa, semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian terbaik kepada TNI, bangsa dan negara yang amat kita cintai.

 

Demikian Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syahiding, selaku Irup pada Upacara memperingati Hari Ualng Tahun Kemerdekaan RI yang ke 67 tahun 2012 yang diikuti oleh Irdam II/Swj, Para Asisten Kasdam II/Swj, LO AL, LO AU, para Dan/Kabalakdam II/Swj, Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil TNI Kodam II/Swj serta perwakilan dari jajaran Kodam II/Swj, Jum’at, 17 Agustus 2012 bertempat di Lapangan Apel Makodam II/Swj.

 


 
Profil

 
PANGDAM II/SWJ
MAYJEN  TNI NUGROHO WIDYOTOMO
 
 
 
 KASDAM  II/SWJ
BRIGJEN TNI SYAHIDING
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL
YONKAV 5 SERBU





 

 

Suara Sriwijaya

 EDISI 1
 
 
 
 EDISI 2
 
 
 EDISI 3
 
 
EDISI 4
 
 
EDISI 5
 
 
EDISI 6
 
 
 
 EDISI 7
 
 
EDISI 8
 
 
 EDISI 9
 
 
EDISI 10

Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi