DANREM 042/GAPU “MEMBANGUN KESADARAN DAN KEMAMPUAN BELA NEGARA DIKALANGAN BANGSA INDONESIA”
Jumat, 07 September 2012 (15:39)
Jambi,Korem 042/Garuda putih Danrem 042/Gapu Kolonel Kav Hasto PR Yuwono,S.IP memberikan Materi Wawasan Kebangsaan dan 4 Pilar Kebangsaan kepada para Mahasiswa dan Mahasiswi AKPER Garuda Putih Jum’at Tanggal 7 September 2012 bertempat di Kampus AKPER Garuda Putih Kota Jambi.
Danrem 042/Gapu Menjelaskan bahwa Wawasan kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri di tengah-tengah kehidupan antar bangsa di dunia. Dihadapkan kepada kondisi pemahaman kesadaran berbangsa dan bernegara, maka masalah pokok yang perlu dipecahkan bersama adalah bagaimana membangun kesadaran dan kemampuan Bela Negara dikalangan bangsa Indonesia yang berdasarkan pemahaman wawasan nusantara dalam rangka membangun ketahanan nasional. Setiap orang tentu memiliki rasa kebangsaan dan memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami. Namun ada getaran atau resonansi dan pikiran ketika rasa kebangsaan tersentuh. Rasa kebangsaan bisa timbul dan terpendam secara berbeda dari orang per orang dengan naluri kejuangannya masing-masing, tetapi bisa juga timbul dalam kelompok yang berpotensi dasyat luar biasa kekuatannya.
Lebih lanjut Danrem 042/Gapu menyampaikan bahwa Globalisasi menimbulkan krisis multidimensional.Hal ini dapat kita lihat dari berbagai fenomena kehidupan bangsa ini, antara lain : a. Gaya hidup materialistis dan individualistis masyarakat semakin menguat. b. Rasa solidaritas, kekeluargaan, ramah tamah dan rasa cinta tanah air semakin memudar. c. Pancasila nyaris tidak lagi dihayati dan diamalkan. d. Wawasan sempit perbedaan pendapat selalu berujung permusuhan yang cenderung anarkis. e. Kemerosotan moral, watak, mental dan perilaku/etika hidup bermasyarakat dan berbangsa. f. Sulitnya penegakan hukum. Krisis dimensional yang berpengaruh negatif terhadap wawasan kebudayaan kita saat ini ditunjukkan dengan indikasi, antara lain : 1. Bangsa ini tengah alami situasi yang berbahaya dengan turunnya sikap dan semangat : a. Kemandirian. b. Kepedulian. c. Rasa tanggung jawab. d. Komitmen kebangsaan. 2. Krisis/keterpurukan di berbagai bidang (Ipoleksosbudhankam) yang disebabkan oleh : a. Tindakan Immoral dan anarkis. b. Kesadaran etnis yang sempit. c. Sikap dan perilaku primodialisme. d. Kurang menghargai heterogenitas bangsa Danrem 042 /Gapu Kolonel Kav Hasto PR Yuwono,S.IP Lebih jauh menjelaskan tentang : 1. Pengertian wawasan kebangsaan. Adalah cara pandang bangsa Indonesia baik kedalam dan keluar tentang berbagai permasalahan yang dialami bangsa meliputi bidang Ipoleksosbudhankam. 2. Konsepsi wawasan kebangsaan. a. Konsep geopolitik. Adalah konsep tentang bagaimana memelihara dan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan wilayah nasional. b. Konsep geostrategis. Adalah konsep tentang manajemen pembangunan nasional dalam rangka membangun ketahanan nasional untuk mempertahankan eksistensi bangsa. 3. Wawasan kebangsaan bersifat abstrak dan dinamis. Terdapat 3 (tiga) komponen pokok dalam memahami wawasan kebangsaan, yaitu : a. Rasa kebangsaan. b. Paham kebangsaan. c. Semangat kebangsaan. Rasa kebangsaan sangat memprihatinkan, bahkan mulai luntur. Contoh : a. Kurang menghargai simbol pemersatu bangsa (bendera, lagu dst). b. Masih ada yang ingin mengibarkan bendera selain merah putih. c. Geberasi muda banyak yang tidak hafal lagu-lagu perjuangan. Ikatan nilai-nilai kebangasaan yang selama ini terpatri kuat dalam kehidupan bangsa Indonesia (cinta tanah air, bela Negara dan semangat patriotisme mulai luntur. Contoh : a. Pada zaman perjuangan ada semboyan “ merdeka / mati ” , saat ini apa ? b. Perkelahian antar supporter sepak bola makin sering terjadi. Nilai-nilai budaya yang merupakan nilai-nilai kebangsaan terasa makin pudar. Contoh : a. Gotong-royong, kesetiakawanan sosial dan rela berkorban menipis. b. Konflik antar etnis, antar agama atau kepercayaan yang berbeda makin sering terjadi. Danrem 042/Gapu secara rinci juga menjelaskan apa yang Dijelaskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada acara peringatan pidato Soekarno 1 Juni 1945 di Gedung MPR, Jakarta tanggal 1 Juni 2010 : “ Tidak sepatutnya kita memperdebatkan kembali Pancasila sebagai dasar Negara”. Ini penting, karena MPR pada 1998 melalui TAP MPR nomor 18/MPR/1998 maka Pancasila di tetapkan sebagai dasar Negara. Karena itu kontra produktif dan Unhistories “Pancasila bersama UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika adalah empat pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah menjadi bagian kehidupan bangsa ini sepanjang masa”. Empat pilar kebangsaan harus selalu kokoh dan kuat seperti penyangga/tiang sebuah bangunan, bila ada yang rapuh/lemah maka bangunan itu akan runtuh/hancur. 4 Pilar Kebangsaan perlu ditegakkan melalui pengamalan yang nyata : Pancasila. Diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, UUD 1945 Dilaksanakan dengan baik sehingga terciptanya keadilan dalam masyarakat dan kesamaan kedudukan di depan hukum, Bhineka Tunggal Ika Menjiwai kehidupan bermasyarakat sehingga tercipta kerukunan dan toleransi dan NKRI diperjuangkan agar berdaulat, utuh dan selamat. Hadir Pada acara tersebut Dandim 0415/Batanghari,Dandenkesyah, Direktur Akper, Para Dosen Akper dan para Mahasiswadan Mahasiswi Akper Garuda Putih ( Penrem 042/Gapu )
|