MANUNGGAL SUBUH KODAM II/SWJ
Jumat, 23 Juli 2010 (12:35)
Palembang, (Pendam II/Swj). Kodam II/Swj menyelenggarakan kegiatan manunggal subuh gabungan TNI, Polri, Pemda dan masyarakat Kota Palembang, Jum'at, 23 Juli 2010 di Masjid Darus Said, Jln. MP. Mangku Negara Kenten, Palembang.
Pangdam II/Swj Mayor Jenderal TNI Mochammad Sochib, S.E., M.B.A., dalam sambutannya mengatakan, bahwa sejak beberapa dekade yang lalu telah terjadi perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang transportasi, komunikasi dan informasi yang kemudian memicu terjadinya proses globalisasi kehidupan bangsa-bangsa di dunia dengan segala dampaknya. Hubungan antar bangsa menjadi lebih intens, pembangunan fisik internal bangsa dan negara juga berkembang pesat, tetapi persaingan antar bangsapun menjadi semakin tajam. Akibat keberhasilan pembangunan lebih bersifat fisik, maka manusia menjadi materialitis, konsumeris dan hedonis. Nilai-nilai sosial kemanusiaan dan keagamaan seperti keadilan, kejujuran, kebersamaan, kepedulian dan lain sebagainya semakin terdegradasi. Hal tersebut tidak terkecuali terjadi di masyarakat bangsa kita. Di sisi lain pengaruh negara maju (barat) terus mendominasi, sehingga nilai-nilai asing begitu mudah masuk ke negara-negara berkembang termasuk ke Indonesia, terutama nilai-nilai liberal yang mengedepankan kebebasan dan hak individu yang bersifat individualistis dan kapitalistis sehingga mengakibatkan terjadinya konflik nilai yang pada akhirnya nilai-nilai nasional dan keagamaan kita terdegradasi karena kita tidak mampu membendung dan memfilternya. Oleh karena itu tidak heran kalau kemudian banyak orang mengatakan telah terjadi kemerosotan moralitas kebangsaan dan keagamaan dalam masyarakat Indonesia seperti yang kita rasakan saat ini, sehingga perlu upaya pembenahan secara bersama-sama yang dapat dimulai dari diri kita sendiri, keluarga dan masyarakat, melalui upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan konsep iman dan taqwa yang benar. Lebih lanjut Pangdam II/Swj mengatakan, pada beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 10 Juli 2010 atau 27 Rajab 1431 H, umat Islam diingatkan dengan suatu peristiwa yang sangat bersejarah dan luar biasa yang dialami oleh Rasulullah SAW yakni peristiwa Isra’ Mi’raj, di mana peristiwa Isra’ Miraj ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita jadikan pendorong dan motivasi dalam upaya peningkatan etika dan moral, karena kita semua mengetahui bahwa inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah diterimanya perintah shalat lima waktu yang berfungsi untuk membentuk insan-insan taqwa yang selalu mengedepankan etika dan moral, sehingga tercipta suasana yang kondusif penuh kedamaian dan ketenangan, sebagaimana dinyatakan Allah dalam Firman-Nya pada surat Al- Ankabut ayat 45 yang artinya : ”Dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar”. Shalat lima waktu yang di dalamnya terkandung hikmah dan manfaat yang besar dalam kehidupan umat Islam, bukan saja penting tetapi juga indah, karena shalat bila dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kekhusyu’an akan menghadirkan kebahagiaan, ketenangan dan kekuatan abadi yang tidak pernah pudar, sehingga wajar dikatakan bahwa shalat adalah tiang agama, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, yang artinya : “Shalat itu tiang agama, siapa yang mendirikan shalat, maka sesungguhnya ia telah mendirikan agama dan siapa yang meninggalkan shalat, sesungguhnya ia telah meruntuhkan agama”. HR. Bukhari dan Muslim. Dengan demikian dapat dipahami bahwa esensi dari pelaksanaan shalat adalah membentuk insan-insan yang bersih, suci lahir dan batin dari sifat-sifat tercela yang dapat menimbulkan kerusakan dalam tatanan kehidupan. Oleh karena itu mari kita jaga dan pelihara shalat sebagai tiang agama, yang harus berdiri kokoh dan kuat dalam menopang kehidupan kita, karena dengan kokohnya shalat dapat mencegah diri kita dari berbagai bentuk kemungkaran, pelanggaran dan penyimpangan, sehingga dengan demikian perjalanan hidup kita ke depan akan menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Pada kesempatan tersebut juga diisi dengan Tauziah oleh Uztadz Syech Tengku Drs. H Abdurrahman Umar dalam ceramahnya beliau mengatakan bahwa, agama itu bisa ditegakkan dengan sholat. Moral dan akhlak menjadi hancur, kejahatan dan kemaksiatan semakin hari semakin tidak mampu kita bendung karena hal itu disebabkan adanya kesalahan yaitu cara dalam menegakkan suatu ajaran agama. Apabila kita salah dalam mengerjakan sholat, terutama mengenai ketidakpahaman kita terhadap hal yang berkenaan dengan yang diharamkan/bertentangan dengan agama (najis) maka ibadah itu akan menjadi sia-sia. Hadir pada acara tersebut antara lain, Kapolda Sumsel, Kasdam II/Swj, para pejabat Pemda Sumsel, para Asisten Kasdam II/Swj, para Pejabat Polda Sumsel, para Ka Balakdam II/Swj, Dan Lanal Palembang, Dan Lanud Palembang, para Ulama dan Umaro Palembang, anggota TNI, Polri serta PNS segarnizun Palembang.
|