DISIPLIN DAN PROFESIONALISME PRAJURIT
Kamis, 29 Juli 2010 (15:16)
Palembang, (Pendam II/Swj). Kodam II/Swj melaksanakan siaran Suara Sriwijaya melalui RRI Palembang tentang Disiplin dan Profesionalisme Prajurit, Kamis, 29 Juli 2010, bertempat di RRI Palembang.
Tim Bintaldam II/Swj yang di pimpin oleh Mayor Inf Dominicus Dedi, W., melaksanakan Pembinaan Rohani untuk para prajurit Kodam II/Swj beserta keluarganya melalui RRI Palembang dengan Judul Disiplin dan Profesionalisme Prajurit. Profesionalisme prajurit TNI adalah merupakan dambaan semua pihak, baik para pemimpin TNI AD sendiri maupun para pemimpin lain dan bahkan rakyat Indonesia pada umumnya. Salah satu hal yang mendasar prajurit menjadi profesional adalah dengan berdisiplin. Itulah sebabnya dilingkungan TNI disiplin menjadi modal dasar dalam kehidupan untuk menuju profesionalitas yang dicita-citakan. Disiplin tidak hanya penting, bahkan kurang lebih menjadi ciri khas semua prajurit, sehingga timbul semboyan "Disiplin adalah nafasku". Dengan kuasa dan rahasia Allah memanggil setiap orang untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah sendiri. Setiap orang juga secara merdeka menjawab panggilan Allah. Bagi yang diterima masuk dalam lingkungan kehidupan prajurit adalah hal yang tak dapat dipungkiri oleh siapapun bahwa kriteria tertentu terpenuhi sebagai anugrah dari Allah, bukan bentukan oleh manusia. Sebagai prajurit yang beriman kiranya apa yang terjadi bagi dirinya semata-mata kehendak Allah yang menjadikannya. Prajurit yang profesional adalah yang menyadari dan memahami jati dirinya menguasai cara bertindak dan konsekwen melaksanakannya, sehingga mampu menghasilkan tingkah laku yang sesuai dengan profesinya. Jati dirinya tidak lain dari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Meresapi, menghayati dan mengamalkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit secara konsekuwen harus menjadi perjuangan sehari-hari setiap prajurit. Cita-cita luhur bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan azas hidup yang paling dasar, yang secara gigih ditaati dan secara tekun akan dilaksanakan dalam keadaan apapun. Itulah dasar yang layak untuk munculnya disiplin hidup yang kokoh serta kepribadian sejati, yang mampu turut membangun kehidupan bersama (jiwa korsa) ditengah masyarakat sesuai dengan cita-cita bangsa dengan motivasi dan inspirasi iman semua prajurit.
|