NARASI ORASI KASDAM II/SWJ ; GLOBALISASI TELAH MERUBAH DUNIA MENJADI SEMPIT
Kamis, 30 Januari 2014 (16:00)
Palembang,(Pendam II/Swj). Kasdam II/Swj Brigjen TNI Totok Moerasad, S.Ip, M.M., memberikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah, Kamis 30 Januari 2014 bertempat di Gedung Opi Exhibition And Convention Center Jakabaring Palembang.
Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. H. Idris dalam sambutannya mengatakan bahwa, Wisuda Sarjana D-II/S-I ke 53 dan Pasca Sarjana S-2 ke 14 Universitas Muhammadiyah ini diikuti oleh 461 wisudawan dan wisudawati, serta dihadiri lebih dari 1500 undangan. Dalam kesempatan ini Rektor Universitas Muhammadiyah mengharapkan para peserta Wisudawan dan Wisudawati menerima pencerahan melalui orasi ilmiah yang disampaikan Kasdam II/Swj, agar wisudawan dan wisudawati dapat mempersiapkan diri membangun kesadaran bela negara dan lebih mempunyai wawasan kebangsaan, apalagi di era globalisasi dan keterbukaan saat ini dimana arus informasi dapat di akses dari mana saja, untuk itu perlunya filter diri agar identitas jati diri bangsa tetap dapat dipertahankan. Sementara itu, Kasdam II/Swj dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa, globalisasi telah merubah dunia menjadi sempit, arus informasi dan komunikasi sudah tidak lagi mengenal batas-batas negara, era globalisasi seperti sekarang ini jika kita tidak mampu menyikapinya secara benar, maka pengaruh negatif akan dengan mudah merasuk ke seluruh aspek kehidupan nasional, baik aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Jika anak bangsa tidak mampu membentengi dan membendung arus globalisasi dan informasi tekhnologi saat ini, maka yang terjadi adalah timbulnya berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Lebih lanjut Kasdam II/Swj menyampaikan bahwa, kita semua harus menyadari bahwa NKRI memiliki 3 wilayah perbatasan darat dan 10 perbatasan laut dengan Negara lain, Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.504, luas geografi mencapai 7,4 juta km2 yang dihuni penduduk lebih kurang 240 juta jiwa (data BPS tahun 2013) dengan sumber kekayaan alam melimpah. Kondisi geografi dan demografi ini tentunya dapat mendatangkan investor dari negara-negara lain, namun sebaliknya dapat menjadi ajang persaingan sekaligus ajang perebutan negara-negara di dunia. Hal semacam ini dapat menimbulkan ancaman militer dari negara lain, apabila pertahanan negara kita tidak kuat dan kita tidak mampu mengelola sumber daya kita dengan baik.
|