UPACARA BENDERA AWAL BULAN FEBRUARI 2014 ; JAGA NETRALITAS TNI
Senin, 03 Februari 2014 (16:07)
Palembang, (Pendam II/Swj). Kegiatan upacara pengibaran bendera yang kita laksanakan setiap awal bulan ini, merupakan wujud rasa bangga dan penghormatan kita terhadap Sang Merah Putih yang merupakan salah satu lambang kebesaran dan kedaulatan negara yang menjadi bukti tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itulah, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi waluyo selalu menekankan agar upacara pengibaran bendera tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial yang wajib diselenggarakan, akan tetapi harus kita jadikan sebagai wahana untuk mempertebal nasionalisme dan mempertinggi patriotisme, sehingga kita senantiasa dapat memberikan pengabdian terbaik, bagi bangsa dan negara, demikian amanat Pangdam II/Swj Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo yang dibacakan oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Toto S Moerasad, S.Ip.,M.M pada upacara awal bulan Februari, senin 3 Februari 2014 bertempat di Lapangan Upacara Makodam II/Swj Palembang.
Di sepanjang bulan Januari yang lalu, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita, diwarnai dengan berbagai permasalahan kemanusiaan. Permasalahan kemanusiaan ini, menimpa hampir di seluruh wilayah Indonesia sehingga perlu mendapat perhatian kita bersama, terutama yang terkait dengan masalah bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gunung meletus dan bencana alam lainnya. Permasalahan yang timbul sebagai dampak dari bencana alam yang terjadi merupakan tantangan dan bahkan dapat menjadi ancaman, sehingga perlu diantisipasi dan dihadapi dengan kesiapan operasional yang tinggi. Menghadapi kondisi seperti itu, prajurit Kodam II/Swj dituntut untuk selalu siap dan waspada serta mengetahui dan memahami langkah-langkah atau prosedur tetap yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana alam tersebut. Hal ini penting untuk dipahami, karena tugas-tugas Angkatan Darat sekarang dan ke depan masih akan dilibatkan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, seperti halnya membantu korban bencana alam yang melanda beberapa wilayah negeri kita, tegas Pangdam.
Selain itu, dalam menghadapi Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan dalam bulan April yang akan datang, menuntut atensi dan kepedulian dari seluruh jajaran Kodam II/Swj. Kondisi masyarakat yang masih rentan dan mudah terpancing oleh berbagai isu dan provokasi, perlu mendapatkan perhatian dan kewaspadaan bersama. Sebagai ekses dari pelaksanaan demokrasi adalah adanya perbedaan sikap dan pilihan diantara elemen masyarakat.
Hal ini terutama terkait dengan orientasi politik dan kepentingan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan agar setiap perbedaan yang ada di masyarakat tetap dapat terkelola, terjaga dan terpelihara dengan baik sehingga perbedaan yang ada agar tidak menjadi ketegangan dan konflik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk menjadi perhatian kita semua, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas politik, keamanan dan perekonomian Indonesia yang membawa pengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Secara khusus pada kesempatan ini Pangdam ingin menyampaikan penekanan kepada seluruh personel dan jajaran Kodam II/Swj untuk tetap mempertahankan dan memegang teguh netralitas. Jangan sekali-kali terlibat secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan politik praktis serta jangan terpengaruh oleh godaan yang ingin menarik-narik TNI ke dalam kegiatan politik, tambah Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo.
Netralitas TNI ini seringkali disampaikan oleh Pangdam dalam berbagai kesempatan, semata-mata agar setiap prajurit Kodam II/Swj dapat memahami dan mematuhinya, sehingga tidak terjadi pelanggaran sekecil apapun yang dapat mencederai nama baik TNI khususnya Kodam II/Swj. Hal ini dilakukan karena TNI selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta ingin tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pangdam kemudian menyampaikan beberapa atensi dan petunjuk, untuk dipedomani dan dilaksanakan :
Pertama, mantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai kekuatan dan landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kedua, tingkatkan kewaspadaan, ketanggapsegeraan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi yang mengharuskan kehadiran dan keterlibatan prajurit guna melaksanakan tugas perbantuan kepada Pemerintah Daerah. Ketiga, tingkatkan komunikasi dan koordinasi lintas sektoral guna menghindari adanya kegamangan dalam pelaksanaan tugas perbantuan, untuk itu pedomani Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/328/IX/2004 tanggal 21 September 2004 tentang Juklak Operasi Bantuan TNI kepada Pemerintah Sipil serta Skep Nomor 46/XII/2006 tanggal 21 Desember 2006 tentang Juklak Bantuan TNI kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana alam, agar pelibatan satuan kewilayahan dalam Operasi Bantuan tidak menyimpang dari landasan hukum yang telah ditentukan oleh Komando Atas. Keempat, pelihara dan jaga Netralitas TNI serta jangan terjebak pada upaya-upaya untuk menarik TNI dalam kegiatan politik praktis, namun demikian kita harus tetap memahami dan mengikuti setiap pentahapan Pemilu tahun 2014, guna kesiapsiagaan satuan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk melaksanakan tugas perbantuan, tutur Pangdam.
Hadir pada upacara tersebut, Para Pejabat Teras Kodam II/Swj, Para Perwira Ahli Pangdam II/Swj, para Asisten Kasdam II/Swj, Para Dan/Kabalakdam II/Swj, Serta Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS TNI Kodam II/Swj.
|