PANEN RAYA DI DESA TUIK BANGKA BARAT
Kamis, 29 Januari 2015 (14:51)
Bangka Tengah (Penrem 045/Gaya) Danrem 045 Gaya, Kolonel Inf Murlim Mariadi S.Ip, M.M dalam hal ini diwakili Kasi 5 Teritorial Letkol Inf Heri Dwi S, Gubernur Propinsi Kep. Bangka Belitung, Rustam Effendi, Kapolda Babel Brigjen (Pol) Gatot Subiyaktoro, , Bupati dan Wabup Bangka Barat, Kepala BPTP Prov Kep Babel Dr. Rubio, Kepala pusat ketersediaan dan kerawanan pangan DR Cuk Eko Sugiarto menghadiri panen raya padi di Desa Tuik Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (27/1/2015).
Kegiatan panen raya ini dimulai dengan acara nganggung yang berada di atas pematang sawah desa tuik kec kelapa Bangka Barat. Acara selanjutnya pengarahan dari Bupati Bangka Barat Ustad H. Zuhri M Syazali dilanjutkan sambutan dari Kepala BPTP Prov Kep Babel Dr. Rubio, Kepala pusat ketersediaan dan kerawanan pangan DR Cuk Eko Sugiarto dan yang terakhir sambutan dari Gubernur Propinsi Kep. Bangka Belitung, Rustam Effendi. Kegiatan selanjutnya peletakan batu pertama pembangunan irigasi skunder yang berada di persawahan kawasan tuik dan dilanjutkan panen raya yang dilakukan secara simbolis oleh Gubernur didampingi para Forkopimda Prov Kep Babel. Dalam kesempatan ini para petani Desa Tuik memanen padi di lahan seluas 250 hektar, yang berada di satu hamparan.yang masuk wilayah desa Tuik. Bupati Bangka Barat Ustad H Zuhri M Syazali mengatakan, sawah ini aset masyarakat Desa Tuik yang harus tetap di jaga selamanya untuk menjadi pelopor percontohan untuk sawah-sawah yang ada di Bangka Barat. "Kami minta masyarakat Desa Tuik terus mempertahankan aset ini, desa ini juga sebagai desa ketahanan pangan," kata Zuhri dalam panen raya tersebut. Bupati Bangka Barat Ustad H. Zuhri M Syazali mengatakan Kabupaten Bangka Barat sudah mencetak dan memiliki sawah produktif 2.560 hektar. Untuk memenuhi kebutuhan beras, Bangka Barat membutuhkan 25 ribu ton per tahun. "Kita masih membutuhkan sekitar 3 ribu hektar lahan sawah lagi, agar Bangka Barat tidak mengalami ketergantungan beras dari luar. Namun untuk mencapai itu, Bangka Barat masih terkendala status kawasan hutan produksi untuk pengembangan perluasan percetakan sawah," kata Zuhri dalam Panen Raya di Desa Tuik Kecamatan Kelapa.
|