PANGDAM II/SWJ : BENTENGI DIRI TERHADAP PENGARUH AKSI RADIKAL
Jumat, 30 Januari 2015 (16:02)
Palembang, (Pendam II/Swj). Kita semua harus membentengi diri, tetap waspada dan jangan mudah terpengaruh oleh aksi-aksi radikal. Bila melihat gelagat yang mencurigakan segera lapor kepada aparat keamanan terdekat, jangan main hakim sendiri. Seluruh komponen masyarakat, diharapkan menyatukan sikap dan tekad menolak dan menghindari segala bentuk aksi radikalisme yang bersifat anarkhis dan tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama.
Demikian disampaikan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Iskandar M.Sahil, SE pada kegiatan Manunggal Jum'at bersama TNI-Polri dan Masyarakat, sebelum sholat Jum’at berjamaah di Masjid “Nurullah” Jalan. Ratu Sianum, Lorong, Penembahan Kelurahan 3 Ilir Palembang, (30/1/2015). Kegiatan Manunggal Jum’at bersama TNI-Polri dan masyarakat ini dimaksudkan untuk lebih mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antara prajurit TNI-Polri dengan masyarakat. “Dengan silaturrahmi, akan terjalin keakraban, kekompakan dan terwujud ikatan persaudaraan yang kokoh kuat di antara kita. Dengan adanya keakraban, kebersamaan, dan ikatan persaudaraan, maka akan terwujud persatuan dan kesatuan,”ujarnya. Ditambahkan oleh orang nomor satu di Kodam II/Swj bahwa TNI-Polri merupakan bagian dari masyarakat, lahir dan dibesarkan oleh rakyat, serta berjuang dan mengabdi bersama dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Oleh karenanya, menurut Panglima kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI-Polri dengan masyarakat maupun komponen masyarakat lainnya harus terus dibangun dan dimantapkan. “Kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Polri dan masyarakat inilah yang menjadi modal utama dalam pembangunan bangsa, dengan kebersamaan maka berbagai permasalahan yang mungkin terjadi akan dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik’, tandasnya. Pada bagian lain sambutannya, Pangdam mengungkapkan bahwa seiring era demokrasi dan reformasi dewasa ini, telah dimanfaatkan oleh sebagian kelompok masyarakat untuk melakukan aksi-aksi radikal yang bertentangan dengan norma hukum dan bahkan norma agama seperti aksi kelompok teroris dan ISIS. Seringkali mereka melakukan aksi radikal dengan berlindung dibawah atribut keagamaan. Oleh sebab itu, menurut Panglima teroris dan ISIS tidak boleh berkembang di Indonesia, karena bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Sementara itu, Khotib Sholat Jum’at Uztad H. Agus Dody Al Hafiz dalam khotbahnya antara lain menyampaikan bahwa setiap manusia diberikan amanah dan tanggung jawab oleh Tuhan, dan kelak amanah tersebut dimintakan pertanggungjawaban. Khotib juga mengajak umat untuk rajin bersedekah, karena Allah akan menggantikan sedekah yang telah diberikan. Pada kesempatan ini juga Pangdam memberikan sumbangan untuk pembangunan Masjid Nurullah yang diterima oleh pengurus Masjid, dan usai sholat Jum’at dilaksanakan ramah tamah dan makan bersama antara seluruh jamaah sholat Jum’at. Turut serta dalam kegiatan tersebut, Para Pejabat teras Kodam II/Swj, Kapolresta Palembang, Dansat Brimob, Pejabat PT. Pusri, Perwakilan anggota Kodam II/Swj serta masyarakat 3 Ilir Palembang.
|