Teladani Akhlak Mulia Rasulullah Bentuk Karakter Prajurit, Kodam II/Sriwijaya Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H*
Rabu, 21 Januari 2026 (09:19)
Segenap Prajurit dan PNS di lingkungan Kodam II/Sriwijaya serta Persit KCK PD II/Sriwijaya menghadiri Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Tahun 1447 H/2026 M, bertempat di Masjid Raudhatul Ulum, Makodam II/Sriwijaya, Rabu (21/01/2026). Peringatan Isra’ Mi’raj ini digelar Kodam II/Swj secara sederhana usai Sholat Dzuhur Berjama'ah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Drawis, M.D.A. beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah II/Sriwijaya Ny. Desi Ujang Darwis, beserta seluruh PJU Kodam, para Asisten dan para Dan/Kabalkdam II/Sriwijaya beserta para Pengurus Persit KCK PD II/Sriwijaya.
Peringatan Isra’ Mi’raj kali ini mengusung tema, *"Dengan Meneladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW Membentuk Karakter Prajurit Yang PRIMA Guna Menuju Indonesia Maju"*, dengan menghadirkan Penceramah Al Ustadz Habib Muhammad Syukri.
Pangdam II/Sriwijaya dalam sambutannya menyampaikan, bahwa peristiwa Isra dan Mi’raj mengajarkan kita bahwa Sholat merupakan anugerah yang harus kita jalankan dengan sepenuh hati, jiwa dan raga.
Dirinya juga mengingatkan bahwa Isra' Mi’raj merupakan momentum untuk memperbaharui niat dan semangat kita dalam beribadah, meningkatkan kualitas Sholat dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semoga dengan peringatan yang penuh berkah ini, kita semakin dekat dengan Allah SWT dan senantiasa mendapat petunjuknya serta diberi kekuatan untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dan melaksanakan perintahnya dengan penuh keikhlasan", ujar Pangdam.
Sementara itu, Alhabib Muhammad Sukri dalam dalam ceramahnya menegaskan dengan keras akan urgensi ibadah Shalat sebagai kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Beliau juga menyampaikan bahwa uzur seperti sakit bukanlah alasan untuk meninggalkan shalat, terlebih lagi jika alasannya hanya karena kesibukan pekerjaan duniawi.
Menurut Alhabib, menjaga kedisiplinan Shalat merupakan bentuk ketaatan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta yang melampaui segala urusan materi.
Lebih lanjut, Alhabib menjelaskan bahwa Shalat merupakan benteng spiritual yang mampu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. "Dengan menjaga kualitas Shalat, seseorang akan memperoleh kekuatan batin untuk menjauhi kemaksiatan dan perilaku negatif dalam kehidupan sehari-hari", pungkasnya.
|