Pendam II/Sriwijaya Raih Penghargaan "The Best Creative & Innovative Content" di Ajang LCC Se-Sumsel
Jumat, 23 Januari 2026 (08:26)
Penerangan Kodam II/Sriwijaya membuktikan kapabilitasnya dalam dunia digital dengan meraih penghargaan kategori "The Best Creative & Innovative Content" pada ajang Lomba Content Creator (LCC) se-Sumatera Selatan._ Prestasi ini menjadi pengakuan atas kreativitas personel TNI AD dalam mengemas informasi yang edukatif dan menarik bagi masyarakat luas di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi.
Ajang kompetisi ini diselenggarakan melalui kolaborasi strategis antara Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Sumsel, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, dan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Penyerahan piala dan piagam penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd., didampingi Ketua PWI Sumsel, Kurniadi, S.T. yang berlangsung di SMA Negeri 3 Palembang, Jumat (23/01/2026). Kemenangan Pendam II/Sriwijaya ini sekaligus menegaskan bahwa institusi militer mampu beradaptasi dan bersaing secara kreatif di ranah media sosial.
Dalam sambutannya, Hj. Mondyaboni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemenang. Beliau menegaskan bahwa ajang ini merupakan bukti nyata bahwa potensi penguasaan teknologi digital dan komunikasi kreatif di Sumatera Selatan sangat luar biasa. Kompetisi ini diharapkan menjadi pemicu bagi para kreator untuk terus mengangkat kearifan lokal ke kancah nasional maupun internasional melalui konten yang inspiratif.
"Saya sangat bangga melihat karya-karya kreatif yang lahir dari tangan anak-anak muda dan instansi kita. Teruslah berkarya dan jadilah agen perubahan yang positif di media sosial," ungkapnya di hadapan para peserta.
Sebagai penutup, ditekankan pula pentingnya menjaga literasi digital dalam setiap karya yang dihasilkan. Melalui kompetisi ini, Dinas Pendidikan dan PWI berharap lahirnya kreator-kreator handal yang mampu mengedukasi masyarakat melalui konten yang sehat, beretika, serta mampu memerangi penyebaran berita bohong (hoaks) demi terciptanya lingkungan digital yang kondusif.
|