Perkuat Disiplin Prajurit, Operasi Gaktib dan Yustisi TNI 2026 Resmi Dimulai di Wilayah Kodam II/Sriwijaya
Jumat, 13 Februari 2026 (08:48)
Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., memimpin langsung Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang ini dilaksanakan di Lapangan Makodam II/Sriwijaya, Palembang, pada Jumat (13/02/2026), sebagai tanda dimulainya upaya penguatan disiplin prajurit di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya.
Operasi tahun ini mengusung tema, _*"TNI PRIMA, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju"*_. Tema tersebut ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan harus menjadi pedoman mendasar serta komitmen kuat bagi seluruh prajurit dalam melaksanakan tugas keseharian. Hal ini krusial demi menjaga kehormatan diri, satuan, hingga marwah institusi TNI di mata masyarakat.
Dalam semangat sinergitas, upacara ini dihadiri oleh jajaran personel Polisi Militer Gabungan dari tiga matra AD, AL, dan AU di wilayah teritorial Kodam II/Sriwijaya. Tutur hadir melengkapi pasukan upacara dengan kehadiran rekan-rekan dari Instansi Kepolisian, jajaran Pasukan Bersenjata, serta segenap ASN Kodam II/Sriwijaya.
Dalam amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan oleh Pangdam II/Sriwijaya, disebutkan bahwa operasi ini merupakan agenda tahunan yang esensial. Fokus utamanya adalah meningkatkan kepatuhan hukum dan profesionalisme, baik bagi prajurit maupun PNS TNI. Pendekatan edukatif tetap menjadi prioritas guna mencegah sekaligus menyelesaikan berbagai pelanggaran hukum secara tuntas.
Data menunjukkan tren positif dalam penegakan hukum di lingkungan TNI. Berdasarkan laporan tahun 2025, terjadi penurunan angka pelanggaran yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib mencatat penurunan sebesar 5,62% (dari 456 menjadi 432 pelanggaran), sementara Operasi Yustisi menunjukkan progres luar biasa dengan penurunan sebesar 40,64% (dari 925 menjadi 549 perkara).
Meski angka pelanggaran menurun, Panglima TNI mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah. Upaya pembinaan disiplin harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Penurunan statistik ini justru harus menjadi motivasi bagi Polisi Militer untuk lebih memperketat pengawasan di lapangan guna menciptakan lingkungan militer yang bersih dan berintegritas.
Menghadapi tantangan zaman, prajurit Polisi Militer kini dituntut untuk melek teknologi. Pangdam menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi guna mencegah kejahatan siber dan penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak citra TNI. Modernisasi alat peralatan diharapkan mampu mempercepat proses penanganan perkara pidana secara lebih transparan, profesional, dan akuntabel.
Sebagai penutup, terdapat beberapa poin penekanan bagi prajurit, di antaranya bekerja dengan niat ibadah, memegang teguh Sapta Marga, serta menghindari sikap arogansi. Prajurit diharapkan tetap responsif terhadap perkembangan situasi melalui deteksi dini dan selalu bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya guna menjaga kepercayaan rakyat serta mendukung modernisasi kekuatan TNI.
|