ASOPS PANGLIMA TNI TINJAU KESIAPAN SATGAS OPS PAMTAS DARAT RI-MALAYSIA DI WILAYAH KALIMANTAN BARAT YONIF 143/TWEJ TA. 2013
Kamis, 21 November 2013 (16:12)
Palembang, (Pendam II/Swj). Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan bersama rombongan yaitu Brigjen TNI Ir. Mulyanto (DansatKomlek), Kolonel Laut Haesy (Pabandya 2 Slog TNI), Kolonel Ckm Dr. Ahmad Yurianto (Puskes TNI), Kolonel Inf Bambang Busono (Pabandya 2 Sopsad), Kolonel Ahmad Supriadi (Pabandya 4 Sops TNI), Letkol Cba Siswo (Babek TNI), meninjau dan memberikan pengarahan kesiapan Satgas Yonif 143/TWEJ Pamtas RI-Malaysia Kalimantan Barat,, Kamis 21 Nopember 2013 bertempat di Batalyon 143/TWEJ Natar Lampung.
Dalam pengarahannya kepada para Prajurit Satgas Yonif 143/TWEJ Pamtas RI-Malaysia Kalimantan Barat, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan mengatakan, berpendapat pasukan ini sudah sangat siap, baik dari kesiapan personil, materi latihan maupun aspek-aspek dalam latihan. Pasukan ini nantinya akan menempati 36 pos-pos perbatasan, dimana setiap pos berjarak sekitar 15 Km akan ditempati dengan 15 orang anggota setiap pos. Lebih lanjut Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan berharap agar Prajurit Satgas Yonif 143/TWEJ Pamtas RI-Malaysia ini, dapat melaksanakan tugas dengan baik, seperti yang telah dicapai oleh Satgas Yonif 141/AYJP yang telah berhasil menangkap para penyelundup sabu-sabu sehingga para prajurit 141/AYJP tersebut diberikan penghargaan dengan kenaikan pangkat luar biasa, untuk itu Prajurit Satgas Yonif 143/TWEJ Pamtas RI-Malaysia ini diharapkan dapat menjaga nama baik satuannya serta berprestasi lebih baik lagi dari yang sebelumnya, ujarnya. Latihan yang telah dilakukan selama ini, merupakan upaya pimpinan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 143/TWEJ dengan membekali pengetahuan dan keterampilan yang disesuaikan dengan medan dan tugas yang akan dihadapi di lapangan atau daerah penugasan. Dalam pelaksanaan latihan tersebut kalian telah dibekali dengan berbagai pengetahuan adat istiadat penduduk setempat, perkembangan situasi terakhir perbatasan Kalimantan Timur, Hukum Humaniter, HAM, pelaksanaan Binter terbatas, pengetahuan prosedur pengamanan perbatasan sesuai dengan ketentuan Internasional, pengetahuan tentang berbagai jenis patok perbatasan dan prosedur pelaporan serta tindakan yang diambil terkait temuan di lapangan. Selain materi-materi kemiliteran, para prajurit juga menerima pembekalan dari instansi terkait meliputi, materi hukum, keimigrasian, Bea Cukai, Kepolisian dan materi teritorial diantaranya, antropologi, sosiologi masyarakat setempat, pengetahuan agama dan pengetahuan tentang tokoh dan bahasa daerah. Mempelajari berbagai studi kasus tentang penanganan aksi pembalakan liar, penyelundupan barang terlarang, TKI ilegal dan Human Traficing di wilayah Kalimantan Barat. Kalian juga dibekali dengan keterampilan teknik dan taktik Navigasi darat khususnya membaca peta dan penggunaan GPS, teknik berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani berbagai masalah perbatasan, teknik melaksanakan temu cepat dan lapor cepat, teknik melaksanakan kegiatan intelijen dan teknik melaksanakan patroli keamanan. Selain itu, Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, masih menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman, terutama yang berkenaan dengan masalah penyelundupan dan pelintas batas yang sampai saat ini belum terselesaikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah mengambil langkah diantaranya dengan mengirim pasukan untuk melaksanakan Operasi Pam Perbatasan. Hadir pada acara tersebut Kasdam II/Swj Brigjen TNI Toto S Moerasad, S.Ip., M.M, Kahubdam II/Swj, Katopdam II/Swj, Wakapendam II/Swj, Waasop Kasdam II/Swj, Waaslog dan Wakabekang, para Dandim, Danyonif 143/TWEJ, Para Perwira, Bintara dan Tamtama Satgas Yonif 143/TWEJ.
|