Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Search



05/04/2026 02:53:39

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
       Perintah Harian Kasad
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
       Tugas Pokok Kodam II/Swj
       Jajaran Pejabat
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Bintara Unggulan & Kowad
 KONTAK
 GALLERY
 PENERANGAN PASUKAN
 KOLOM PENGADUAN
 ZONA INTEGRITAS
 PPID
       PPID MENU
Latest News

Perkuat Militansi Prajurit, Danrem 045/Gaya Kunjungi Markas Batalyon TP 946/Depati Menumbing
03/04/2026 17:00
Bangga..., Jasdam II/Sriwijaya Terima Penghargaan Prakasa Award
03/04/2026 04:15
Wujudkan Organisasi yang Solid, Pangdam II/Swj Tekankan Objektivitas dalam Sidang Pankar Pamen dan Pama TW I TA.2026
02/04/2026 13:23
Wujud Kepedulian Sosial, Ketua Dharma Pertiwi Daerah B Hadiri Donor Darah Dalam Rangka Apel Bersama Wanita TNI dan HUT Ke-62 Dharma Pertiwi
02/04/2026 13:13
Perkuat Sinergitas, Pangdam II/Sriwijaya Terima Audiensi Kakanwil ATR/BPN Provinsi Sumsel
02/04/2026 12:18
Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, Pangdam II/Swj Terima Audiensi Pimpinan BRI Palembang
01/04/2026 12:03
Yonif TP 874/PA Lubuklinggau Cetak Prajurit Ahli Agribisnis Lewat Bimtek Terpadu
01/04/2026 11:30
Pangkat Baru, Semangat Baru: Pangdam II/Swj Tantang Perwira Hadapi Kompleksitas Tugas Masa Depan
01/04/2026 04:25
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Langsung Kondisi Prajurit Yon TP 948/Ksatria Serasan Sekate
31/03/2026 12:16
106 Titik Pembangunan KDKMP di Wilayah Kodam II/Sriwijaya Capai 100%
31/03/2026 10:36
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

April 2026
MiSnSeRbKmJmSb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

NARKOBA MENJADI MUSUH UTAMA NEGARA

Selasa, 27 Februari 2018 (13:15)

(Pendam II/Swj)

Penyalahgunaan Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan. Peredaran narkoba semakin berani dan nekad sehingga masalah narkoba seperti benang kusut yang tidak diketahui ujungnya. Dalam memberantas maraknya narkoba harus melibatkan pemerintah dan masyarakat  dan memerlukan suatu strategi agar  seluruh komponen masyarakat bersinergi dalam suatu gerakan bersama Gerakan Moral Anti Narkoba.

Akibat peredaran narkoba yang semakin nekad   di Indonesia baik dari segi jumlahnya   yang semakin cenderung meningkat. Sehingga tidak keliru kalau TNI dan TNI AD mengambil kebijakan secara terbuka menyatakan Narkoba menjadi musuh utama. Penangkapan bandar narkoba yang paling menghebohkan ketika beberapa waktu yang lalu pada 20 Februari 2018, aparat  menangkap kapal bermuatan sabu 1,6 ton. Sabu itu diselundupkan oleh empat warga negara China melalui perairan Anabas, Batam, Kepulauan Riau lalu.

Hanya selang hitungan hari Republik Indonesia dikagetkan lagi dengan adanya penangkapan aparat  yang berhasil mengamankan kapal asing yang   membawa Narkoba jenis sabu, pada Jumat (23/2/2018) siang lalu. Kapal tersebut diamankan di laut perbatasan antara Singapura dan Indonesia.   Barang bukti yang berhasil disita sabu sebanyak 3 ton. Dari rentetan kejadian tersebut membuat  kita tercengang. Tapi apakah hanya dengan tercengang masalah narkoba selesai?

Tentunya hanya dengan komitmen dan kerja keraslah negara Indonesia bebas dari narkoba jika kita mulai dari pribadi, kelompok masyakat, institusi dan yang lebih besar lagi adalah seluruh warga negara Indonesia harus ikut andil dalam memerangi narkoba. Kita masih bersyukur karena kita memiliki institusi yaitu TNI dan TNI AD yang secara konsiten telah melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan terhadap bahaya narkoba.

TNI dan TNI AD tidak hanya membersihkan anggotanya dari kebobrokan narkoba, tapi TNI dan TNI AD juga melakukan upaya pemberantasan narkoba dengan melakukan penangkapan sindikat dan jaringan narkoba yang masih gentayangan. Jika kita lihat sepanjang perjalanan waktu sejumlah prestasi TNI AD melakukan penangkapan jaringan narkoba berhasil diendus oleh  diantaranya  ketika   Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonif 642/Kps dengan Bea Cukai Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 10 kilogram Minggu ( 27/8/2017) lalu.

Peredaran narkoba memang sangat jitu melihat   celah yang dapat dilalui dengan berbagai modus yang dilakukan secara rapi. Makanya tidak keliru jika TNI AD melakukan pengawasan perbatasan secara ketat disejumlah perbatasan. Karenan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa  guna memgantispasi masuknya barang terlarang  TNI AD   menutup jalan-jalan pelolosan yang mungkin digunakan serta memperketat pemeriksaan setiap kendaraan yang melintas perbatasan.

Dari hasil pengamatan TNI AD diketahui bawa dalam   mengantisipasi penyelundupan narkoba dari jalur sejumlah perbatasan, TNI Angkatan Darat  melakukan upaya startegi dengan melakukan penjagaan secara ketat   di wilayah terluar republik. Jalur pengamanan yang diperketat itu, terutama berada di Pulau Sebatik. Karena ditengarai Pulau Sebatik adalah pulau kecil yang wilayahnya terbelah menjadi dua negara, Indonesia dan Malaysia. Karena kebutuhan masyarakat Sebatik banyak yang dipasok dari Tawau, Malaysia, upaya penyelundupan barang ilegal akan semakin banyak. Untuk itu, wilayah ini rawan dijadikan pintu keluar dan masuknya narkoba jaringan internasional. Sebelum realisasi penambahan pasukan dilakukan, TNI AD merencanakan pengamanan ekstra ketat di daerah tertentu yang rawan penyelundupan.

Kemudian presetasi lain TNI menurut catatan kami ketika   Kodim 0321/Rokan Hilir (Rohil), Riau pernah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis daun ganja kering. Dari pengungkapan kasus tersebut   pihak TNI AD mengamankan ganja seberat 16 kilogram. Dari hasil penangkapan pada waktu itu  mengamankan satu orang yang diduga sebagai pengantar daun ganja. Tersangka adalah SW, (37) warga Bireun, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Lalu kemudian prestasi lain TNI AD dalam memberantas narkoba dengan adanya pemberian penghargaan sebanyak   7 Orang Prajurit Kodim 0113/Gayo Lues menerima Piagam Penghargaan  atas prestasi penggagalan Narkoba jenis ganja seberat  150 Kg di Desa. Agusen Kec. Blangkejeren Kab. Gayo Lues pada 25 September 2017 lalu yang akan dibawa ke Provinsi Sumatera Utara. Dengan semakin masifnya narkoba ditengah masyarakat maka TNI AD di hampir seluruh jajarannya  telah melakukan pengawasan jika ada yang membawa maka TNI akan melakukan penangkapan.

Prestasi TNI tidak hanya sampai disitu saja tapi pernah juga diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Wasesomengapresiasi aksi anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Serda Agus Gunawan yang telah menggagalkan transaksi narkotika di Sunggal, Medan beberapa waktu yang lalu. Budi Waseso berjanji memberikan penghargaan atas aksi Serda Agus. Yang pasti   respons TNI  begitu ikut andil  dalam  menggagalkan transaksi narkotika di Sunggal, Medan bebberawa waktu yang lalu.  Meski pada waktu itu  pelaku mampu meloloskan diri, 1 kg sabu dan 4.000 butir pil ekstasi lalu pada akhirnya juga  berhasil diamankan.

Jadi dapat diketahui bahwa TNI dan TNI AD  tidak hanya memberantas narkoba tidak hanya sebatas program Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika   (P4GN) dan sosialisasi bahaya narkoba saja. Tapi TNI dan TNI AD sudah lebih ikut berperan aktif untuk memberantas dan menumpas peredaran narkoba yang, masih marak di tanah air. Memberantas narkoba adalah jika Polri dan BNN lebih pada penegakan pelanggaran hukum melalui alat bukti, TNI lebih menempatkan pelaku narkoba, khususnya bandar sebagai musuh negara. Pemberantasan dikaitkan dengan tugas TNI, maka bandar narkotika itu tidak pada posisi melanggar hukum, tapi musuh utama negara.    

Bahkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pernah   mengatakan bahwa akan  melakukan kerjasama   dengan melibatkan anggota TNI dalam memberantas peredaran barang haram tersebut. Kepala BNN Komjen Budi Waseso menuturkan, pelibatan TNI dalam hal ini atas dasar kepentingan negara dan bangsa, dan juga perintah Presiden Joko Widodo mengenai darurat perang terhadap narkoba. TNI akan melakukan tindakan langsung di bawah naungan dan perlindungan hukum BNN. Hal tersebut dikemukakan pada Buwas di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9-17) yang lampau. 

Dengan demikian pemberantasan narkotika di lingkungan masyarakat dan lingkungan TNI   harus melibatkan berbagai pihak. TNI sudah  membuka diri  untuk bisa bekerjasama dengan Kepolisian, BNN dan institusi terkait lainnya karena tidak tertutup kemungkinan para pelaku kejahatan Narkotika yang berasal dari unsur TNI bekerja sama dengan masyarakat sipil. Dengan adanya sinergitas antar insitusi dalam  masyarakat  akan lebih memudahkan untuk membongkar sindikat peredaran narkotika yang semakin hari semakin berani dan nekad. 


 
Profil

 

PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI UJANG DARWIS, M.D.A.
 

KASDAM II/SWJ
BRIGJEN TNI IWAN MA'RUF ZAINUDIN, S,E.
 
 
PPID

 

 


Penerangan Pasukan

ZONA INTEGRITAS

 
 
 VIDEO ZONA INTEGRITAS
  
 
 
 
 
video

 

 

 
 
 
 
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL


 
  
  
Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi