Selamat Datang Di Website Kodam II/Sriwijaya "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Search



08/04/2026 20:52:44

Menu Utama

 HOME
 NORMA
       Sapta Marga
       Sumpah Prajurit
       11 Asas Kepemimpinan
       8 Wajib TNI
       Panca Prasetya Korpri
       Perintah Harian Panglima TNI
       Perintah Harian Kasad
 PRASAJA
       Struktur
       Pangdam
       Kasdam
       Hari Jadi
       Peta Dislokasi Satuan Kodam II
       Penugasan
       Visi & Misi Kodam II
       Tugas Pokok Kodam II/Swj
       Jajaran Pejabat
 SEJARAH
       Organisasi
       Panglima
       Sesepuh
       Pergolakan
       Perjuangan
       AM Belanda
       Kisah Heroik
 IDENTITAS
       Lambang
       Pataka
       Mars
 SATUAN KODAM II/ SWJ
       KOREM
       BATALYON
 PENDAFTARAN PRAJURIT
       Pendaftaran AKMIL
       Pendaftaran PA PK
       Pendaftaran Bintara
       Pendaftaran Tamtama
       Bintara Unggulan & Kowad
 KONTAK
 GALLERY
 PENERANGAN PASUKAN
 KOLOM PENGADUAN
 ZONA INTEGRITAS
 PPID
       PPID MENU
Latest News

Pangdam II/Sriwijaya Tinjau langsung KDKMP Pagar Alam : Perkuatan Ketahanan Pangan Nasional
08/04/2026 13:19
Kasdam II/Swj Mengikuti kegiatan Evaluasi Tata Tuksat Brigif dan Yonif TP: Menuju Satuan yang Membanggakan*
08/04/2026 08:51
Kasdam II/Swj memimpin Rapat Evaluasi Wasev KDKMP Itjen TNI, Tekankan Percepatan dalam Pembangunan Wilayah
08/04/2026 05:58
*Pastikan Keamanan Wilayah, Danrem 045/Gaya Pantau Kawasan Strategis Mentok Lewat Udara*
07/04/2026 13:47
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau langsung KDKMP Nikan Jaya; Harus bisa menjadi Role Model Kawasan Pangan yang Sukses
07/04/2026 10:19
Putus Rantai Tengkulak: Kasdam II/Sriwijaya Simak Arahan Kabancadnas Kemhan RI Soal Koperasi Desa Merah Putih*
07/04/2026 10:13
Pangdam II/Sriwijaya Tinjau Progres Pembangunan Yon TP 947/PA di Musi Rawas : "Perkuat Pertahanan Wilayah"*
07/04/2026 08:07
Penekanan Transparansi Tata Kelola Koperasi, Kasdam II/Sriwijaya Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP oleh Wakil Panglima TNI
07/04/2026 07:52
*Akselerasi Infrastruktur, Kodim 0418/Palembang Kebut Pembangunan Jembatan Beton di Sei Selincah*
07/04/2026 02:49
Persit Sriwijaya Dorong Kemandirian UMKM Lewat Pameran "Persit Bisa" Ke-2
07/04/2026 02:30
Email

INTERNAL E-MAIL

 

Calendar

April 2026
MiSnSeRbKmJmSb
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

TAK PERNAH SURUT, TNI AD PERANGI NARKOBA !!!

Kamis, 01 Maret 2018 (17:07)

Palembang, (Pendam II/Swj)

 
Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos memberhentikan dengan tidak hormat 19 orang oknum prajurit Kodam II/Swj yang terlibat kasus Narkoba

Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, membuat sebagian besar negara asing ingin mengasainya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepentingan untuk menguasai dan menikmati sumber daya alam ini, bahkan dilakukan dengan menghalalkan segala cara, salah satunya adalah dengan merusak atau menghancurkan generasi muda sehingga Bangsa Indonesia akan kehilangan putra-puteri terbaiknya dimasa mendatang (Lost Generation). Tak dipungkiri lagi, kini Bangsa Indonesia telah menjadi sasaran Proxy War  dan ketika moral anak bangsa Indonesia rusak, maka saat itulah Bangsa Indonesia akan bisa dikuasai oleh kekuatan lawan. Ancaman ini tidak bisa dipandang remeh, karena semakin kita membiarkannya maka akan semakin dekat Bangsa Indonesia mendekati ambang kehancuran.

Hal ini selaras dengan penjelasan Kasad Jenderal TNI Mulyono beberapa waktu yang lalu, saat meresmikan Kodam XIV/Hasanuddin di Makassar (12/4/2017), “Kita harus mau secara jujur mengakui bahwa realitas kehidupan di sekitar kita menunjukkan kecenderungan kita semakin terbawa arus kepentingan pihak yang melancarkan Proxy War terhadap Indonesia.” Ungkap Jenderal Bintang Empat itu. “Pada waktu bersamaan, generasi muda kita dihancurkan melalui budaya negatif, seperti budaya komsumtif, hedonisme, judi online, seks bebas dan peredaran Narkoba.” sambungnya.

Ditempat terpisah, dalam upacara pelantikan Perwira Muda Abit Secapa (27/7/2017)  Kasad juga menjelaskan, “Perang Proxy War, dimana satu pihak menggunakan pihak ketiga untuk mengendurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti aksi terorisme, Radikalisme, isu Sara, peredaran Narkoba serta konplik sosial.

Dalam keterangannya Kasad Jendral TNI Mulyono juga menyebutkan bahwa, TNI AD menyadari penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan semua kalangan/level kian meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku penyalagunaan Narkoba tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini dikemudian hari, bila sudah terkontaminasi dengan Narkoba maka sendi-sendi kekuatan bangsa akan semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf.

Atas dasar itulah maka Pimpinan TNI AD tidak pernah mentolerir prajuritnya yang terlibat dalam kasus Narkoba, karena memandang Narkoba telah menjadi ancaman dan berusaha serius menggerogoti bangsa Indonesia. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengungkapan kasus Narkoba oleh aparat penegak hukum, semakin hari mengalami peningkatan, sehingga disinyalir Narkoba semakin Massive masuk ke Indonesia dan tidak hanya menyasar kepada masyarakat perkotaan akan tetapi sudah merambah hingga ke pelosok desa.

Tanggung jawab pemberantasan penyalahgunaan Narkoba atau perang terhadap penyalahgunaan Narkoba merupakan tanggung jawab kita semua. Penolakan masyarakat Indonesia terhadap Narkoba sesungguhnya telah bermula sejak sebelum zaman kemerdekaan. Menurut Danny Yatim (1993), tercatat sejarah permasalahan Narkoba dari masa ke masa, dimulai sejak tahun 689 dimana Kerajaan Sriwijaya membuat UU mengenai madat yang diambil dari ajaran-ajaran Tibet dan Cina. Pada tahun 1360 Raja Hayam Wuruk dan Patih Gadjah Mada juga pernah meminta kepada Mpu Prapanca menulis tentang candu dalam buku Negara Kertagama. Demikian seterusnya, di tahun 1803 Gerakan Padri di Minangkabau juga mengecam penggunaan candu, arak, tembakau dan pinang. Tahun 1889, Raden Ajeng Kartini pernah menulis surat kepada Stella Zeenhandelaar, mengenai kebiasaan buruk menghisap candu pada bangsanya dan di tahun 1908, Boedi Oetomo menganjurkan agar Bumi Putera Jawa tidak menghisap candu. Para pendahulu bangsa telah menyadari bahwa Narkoba sesungguhnya tidak pernah sesuai dengan perikehupan dan budaya Bangsa kita.

Keseriusan Kodam II/Swj dalam perang melawan Narkoba tidaklah main-main atau hanya isapan jempol belaka. “Dalam setiap lawatannya ke satuan-satuan jajaran TNI AD di wilayah Kodam II/Swj, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos selalu menekankan agar keluarga besar Kodam II/Swj menghindari Narkoba dan menyatakan perang terhadap Narkoba.” ungkap Kapendam II/Swj Letkol Inf Choiril Anwar, S.Sos.

“Upacara pemecatan dengan tidak hormat terhadap 19 orang prajurit TNI AD yang berdinas di Kodam II/Swj yang digelar pada tanggal 8 Februari 2018 silam merupakan salah satu bukti ketegasan Pangdam II/Swj terhadap prajuritnya yang bermain-main dengan barang haram itu. Keputusan yang diambil Pangdam II/Swj disadari merupakan keputusan yang berat, karena akan berdampak pada keluarganya, namun semua itu dilakukan demi menegakkan aturan dan tidak ada satupun prajurit atau PNS TNI AD yang kebal hukum. Pangdam II/Swj juga tidak ingin organisasi TNI AD khususnya Kodam II/Swj dinodai atau dirusak oleh oknum-oknum prajurit yang seharusnya menjadi contoh bagi lingkungannya.” sambungnya.

Genderang perang terhadap Narkoba, sejak lama telah dimulai oleh TNI AD. Itulah yang menjadi dasar bagi internal TNI AD terus proaktif menjalankan Program Penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkotika (P4GN) di seluruh satuan jajarannya. Program ini tidak hanya menyasar pada prajurit, akan tetapi juga melibatkan isteri, anak-anak dan Keluarga Besar Tentara (KBT). "Program ini secara terus menerus dilaksanakan, dengan cara tes urine per Triwulan. Kemudian sejumlah oknum TNI AD yang terbukti terlibat pengguna dan pengedar pasti dipecat dari institusi TNI AD disertakan hukuman penjara. Komitmen ini TNI AD terus melakukan upaya nyata, dimana TNI AD kepada seluruh jajaran anggotanya menghimbau tentang bahaya narkoba dan sanksi-sanksi yang didapat bila terbukti menggunakan Narkoba, apalagi sampai jadi pengedar," terang Kapendam II/Swj mengutip keterangan Kasad Jendral TNI Mulyono.

“Untuk itu, mari kita mulai tanamkan pendidikan karakter dan budi pekerti serta nilai-nilai moral serta agama sejak dini kepada anak-anak kita. Kita perkuat Ketahanan keluarga, menyebar kepada tetangga, lingkungan, satuan dan semakin besar Negara kita. Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Kodam II/Swj tak pernah surut memerangi Narkoba” pesan Kapendam II/Swj mengakhiri pernyataannya, sebagaimana pesan yang disampaiakan oleh Kasad Jendral TNI Mulyono agar selalu menekankan supaya seluruh prajurit TNI AD harus menjauhi pelanggaran hukum dan Narkoba, sebab TNI sudah menyatakan perang melawan Narkoba.


 
Profil

 

PANGDAM II/SWJ
MAYJEN TNI UJANG DARWIS, M.D.A.
 

KASDAM II/SWJ
BRIGJEN TNI IWAN MA'RUF ZAINUDIN, S,E.
 
 
PPID

 

 


Penerangan Pasukan

ZONA INTEGRITAS

 
 
 VIDEO ZONA INTEGRITAS
  
 
 
 
 
video

 

 

 
 
 
 
LINK

 

Pemerintah Indonesia

 

    

   TNI        KEMHAN

 

 

TNI AL


 
  
  
Copyright © 2009 by Kodam II Sriwijaya. Development & Design by Digital Kreasi